Tata Cara Membuat SIM C Jalur RESMI

ilustrasi by arisabma.wordpress.com

Berdasar pada pengalaman saya saat membuat SIM C (Surat Izin Mengemudi bagi pengendara kendaraan sepeda motor) tepatnya di Polres Depok (Depan Pemkot Depok), maka berikut ini akan saya uraikan secara ringkas mengenai tata cara pembuatan SIM C (tanpa menggunakan calo), silakan di simak ya :) :

1. Langkah Pertama, sebelum berangkat maka terlebih dahulu menyiapkan fotocopy ktp +- sebayak 4 buah (dengan catatan usia anda telah di atas 16 tahun), pensil 2b dan penghapus untuk ujian tes teori (tertulis), uang secukupnya (total pembuatan SIM C baru wilayah depok hanya Rp 152 ribu), sarapan secukupnya demi menjaga kesehatan, mempelajari terlebih dahulu soal-soal tes teori pembuatan SIM C (soal ini bisa di searching di google biasanya dalam format pdf) dan yang tak kalah penting ialah memohon doa restu orang tua sebelum berangkat tes serta berdoa kepada Allah Swt. agar diberi kemudahan dalam urusan pembuatan SIM C tsb.

2. Langkah Kedua, seusainya kita tiba di Polres Depok, maka yang mesti kita lakukan pertama ialah menuju ke klinik yang terletak di sebelah bank Jabar Banten (untuk lebih jelas bisa tanya petugas polisi yang berada di areal parkir/ gerbang polres) untuk melakukan test kesehatan, Biayanya Rp 22.000.

Setelah mendapat hasil medis dari klinik tersebut, maka kita mesti kembali lagi ke Polres Depok, kali ini kita langsung saja menuju tempat pembuatan SIM C, jika tidak tau tempatnya bisa tanya ke pos polisi dekat lapangan parkir atau tanyakan saja ke polisi yang sedang hilir mudik di sana, karena pasti polisi2 tersebut dengan baik hati akan memberi tau lokasi pembuatan sim.

(catatan : karena anda sudah niat membuat SIM C dengan jalur resmi, maka jika ada pihak2 yang menawarkan anda agar dibantu (secara tidak formal/ilegal) dalam proses pembuatan SIM C tersebut, apakah itu dari calo atau mungkin oknum polisi, maka saran saya : cukup ucapkan terima kasih sebagai cara penolakan yang sopan sambil langsung bergegas menuju tempat pembuatan simnya.) :)

3. Langkah Ketiga, setibanya di tempat pembuatan sim, maka anda mesti menuju loket tempat pembelian formulir pembuatan SIM C baru dangan biaya Rp 100.000 di tambah dengan biaya asuransi sebesar Rp 30.000 (kedua pembayaran tsb langsung di bayar di loket tempat mengambil formulir tersebut). Setelah mendapatkan formulir tersebut, selanjutnya silakan isi formulir tersebut dengan data diri anda.

Setelah selesai langsung saja formulir tersebut di kumpulkan ke loket pengumpulan formulir, dan selanjutnya anda tinggal menunggu di ruang tunggu sampai kemudian dipanggil untuk melakukan tes teori (tertulis).

4. Langkah Keempat, sambil anda menunggu dipanggil untuk melakukan ujian teori, maka jangan lupa disiapkan terlebih dahulu alat-alat tulis yang diperlukan. Dan harus di catat bahwa sebelum-sebelumnya anda sudah harus mempelajari soal-soal tes/ujian teori pembuatan SIM C, karena jika anda belum mempelajari soal-soalnya, maka itu hanya akan mempersulit anda ketika akan menjawab soal ujian teori itu nantinya.

Pengalaman saya dalam mempersiapkan ujian teori ini ialah sebelumnya di rumah saya membaca-baca soal2 ujian teori pembuatan SIM C yang telah saya unduh/download dari internet, kurang lebih saya baca 2 kali sambil coba2 saya hafal.

Dan Alhamdulillah, pada saat ujian teori saat itu saya berhasil lolos, karena jawaban saya berhasil benar 19 dari 30 soal. (catatan: minimal untuk bisa lulus ujian teori harus menjawab benar 18 soal dari 30 soal yang di sediakan). Tata cara mengerjakannya hanya cukup menyilangkan jawaban yang anda anggap paling benar di antara beberapa pilihan jawaban yang ada.

5. Langkah Kelima, tak lama setelah soal ujian anda di kumpulkan maka selang beberapa waktu, masih anda berada dalam ruangan, maka anda akan menunggu hasil ujian anda, jika memang benar setelah di umumkan ternyata anda lulus (mampu menjawab min 18 soal atau lebih), MAKA kemudian tahap selanjutnya ialah anda mesti menunggu panggilan untuk menempuh UJIAN PRAKTEK. Anda nanti akan di instruksikan untuk menuju lapangan tempat ujian praktek dilaksanakan.

Motor dan helmnya telah di siapkan oleh petugas polisi yang mengawal ujian praktek ini. begitupun dengan jalur treknya berupa lintasan zig-zag dan lintasan seperti huruf 8, yang diberikan balok pembatas (tinggi +- 30 cm) di tiap titik sisi dari jalur trek ujian tsb, yang mana aturannya kita tidak diperkenankan menjatuhkan balok pembatas yang ada di sisi jalur trek tsb, kaki tidak boleh menyentuh ke bawah/lintasan saat mengendarai motor dalam jalur lintasan dan juga tidak boleh keluar daripada jalur tersebut, jika aturan itu dilanggar maka berarti kita gagal ujian teori saat itu dan kita mesti mengulang minggu depan.

(walaupun misalnya anda gagal ujian praktek ini, jangan panik karena anda masih akan diberikan kesempatan untuk mengulang tes ini di minggu selanjutnya, informasi ttg hal tsb akan di berikan langsung setelah tes praktek pada hari itu berakhir).

Tahap ujian praktek ini merupakan tahap yang menantang sekaligus tahap akhir dari pembuatan SIM C baru. Pengalaman saya menunggu dipanggil untuk tes Ujian Praktek saat itu sekitar 1 jam’an lebih, itu wajar mengingat cukup banyak warga masyarakat yang ingin membuat SIM C baru.Dan jujur saja saya pun tidak ada persiapan sama sekali untuk menghadapi tes tersebut, saya hanya bermodal pasrah kepada Allah Swt. namun tetap mencoba bersikap antusias semangat untuk menjalani tes tsb dan tetap mencoba tenang sambil berdoa (berzikir).

“Sebelum tes itu saya ingat ada yang pernah bilang ke saya kalau anda sudah terbiasa dengan jalan macet, maka hal itu akan memudahkan anda untuk menjalani tes/ ujian praktek ini. setelah saya pikir ia benar juga ya, karena dalam macet sering kita menjaga keseimbangan motor dalam keadaan yang sangat lambat dan sempit sekalipun. “

Pada waktu itu, dari sekian banyak peserta yang ikut test teori sebelumnya, saya coba perhatikan sejenak hanya ada sekitar 7 sampai 8 orang yang dipanggil untuk mengikuti tahap tes ujian praktek ini.

Walhasil tibalah saya di urutan kedua diberi kesempatan untuk menjalani ujian praktek tersebut, saya sempat prihatin karena seorang bapak sebelum saya (nomor urut 1) tidak berhasil lolos ujian praktek ini karena saat mengendarai motor beliau keluar dari jalur trek yang di sediakan. Namun, saya coba belajar dari kesalahan bapak itu, bapak itu nampaknya terlalu cepat mengendarai motor sehingga lepas kendali dan akhirnya keluar dari jalur.

Nah ketika saya bersiap sebelum akan melintasi jalur/trek ujian teori ini, saya berdoa dan saya berprinsip tidaklah perlu terlalu terburu-buru/cepat-cepat. Karena tak ada aturan minimal kecepatannya harus berapa ! yang penting ialah mampu mematuhi aturan yang telah saya sebutkan di atas tadi. Dan singkat cerita saya berhasil melewati jalur lintasan ujian praktek tersebut dengan lancar, tanpa ada balok pembatas yang terjatuh, tidak keluar dari jalur dan kaki tidak menyentuh ke bawah (aspal lintasan), karena saat itu saya pikir kuncinya ialah tetap menjaga keseimbangan.

JADI saya biarkan gas di tangan saya pertahankan pada kecepatan tertentu, dan saya biarkan kaki saya mengerem (menggunakan rem kaki) mengendalikan tingkat kecepatan yang diperlukan ketika melintasi jalur lintasan tsb, intinya memang terletak pada pengendalian rem kaki, dan juga tetap memperhatikan penggunaan rem tangan, namun pengalaman saya saat itu saya cenderung lebih banyak menggunakan rem kaki ketimbang rem tangan, begitu seterusnya sampai akhirnya saya berhasil mengendarai motor ke posisi finish, setelah itu saat itu juga petugas polisi yang mengawal ujian praktek tersebut mengumumkan kepada saya bahwa saya lulus, dan dipersilahkan untuk menunggu di depan ruang photo guna pembuatan SIM C baru.

5. Langkah keenam, setelah ujian praktek berhasil dilalui dengan lancar. maka selanjutnya ialah menunggu untuk dipanggil untuk pengisian data identitas pribadi, tanda tangan dan pemotoan. waktu menunggu untuk dipanggil tahap ini tidak terlalu lama, sekitar +- 30 menit. jika data telah di input dan anda telah melalui proses pemotoan. maka anda tinggal menunggu sebentar, dan SIM C BARU (secara resmi/formal, tanpa bantuan calo) akan anda terima. :) Bangga rasanya ketika anda bisa melewati rangkaian ujian pembuatan SIM C tersebut dengan kerja keras sendiri, tanpa bantuan Calo.

Kelak kemudian hari anda bisa menceritakan pengalaman perjuangan anda mendapatkan SIM C baru secara resmi, jalur formal kepada kerabat, sanak keluarga, sampai orang tua. Atau mungkin bagi anda yang telah dewasa akan bisa menjadi teladan karena setidaknya telah mampu mencontohkan kejujuran dan pengorbanan kepada sang anak atau mungkin sang cucu sekalipun.

Wah.. mudah bukan para pembaca budiman dimana pun anda berada… :) saya pikir jika saya saja bisa kenapa anda tidak, AYO.. silakan buat SIM C baru lewat jalur Formal, dan setelah saya uraikan keenam langkah tersebut, Bagaimana? apakah anda tertarik untuk mencobanya? jika ada kemauan dan sedikit usaha (gerak), Insya Allah pasti ada jalan, Allah Swt. bersama orang-orang yang berada dalam kebaikan, dan anda adalah orangnya… jika anda mencoba (meniatkan) membuat SIM C baru melalui jalur Formal. :)

Selamat mencoba..

About these ads

About arisabma

Christ followers

Posted on August 22, 2012, in Schools and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: