Kisah Tentang Daniel Dalam Alkitab

Di dalam Alkitab, ada lima orang yang memiliki nama Daniel. Yang pertama adalah anak Daud yang kedua dari Abigail (1 Tawarikh 3:1), ia juga disebut “Khileb”. Yang kedua adalah seorang keturunan Itamar yang menyertai Ezra (Ezra 8:2), lalu seorang yang membubuhi materai pada suatu perjanjian (Nehemia 10:6). Yang keempat adalah seorang yang memiliki hikmat yang luar biasa. Namanya digabungkan dengan Nuh dan Ayub (Yehezkiel 14:14,20). Ia juga disebut dalam Yehezkiel 28:3. Nama tersebut kemungkinan juga mengacu pada Nabi Daniel, yaitu berdasarkan naskah Ugarit. Dan, yang kelima adalah Nabi Daniel.

Nama Daniel berasal dari bahasa Ibrani, “daniyel”. Dari dua kata: “dan” yang berarti “hakim” dan “el” yang berarti “Allah”. Jadi, arti nama “daniyel” adalah Hakimku ialah Allah.

Nama Daniel disebut pertama kali dalam kitab Yehezkiel 14:14. Dalam Alkitab, nama Daniel disebut sebanyak 87 kali. Kitab-kitab yang menyebut nama Daniel di antaranya adalah kitab Yehezkiel, Daniel, Matius, dan Markus. Daniel lahir di Yehuda (Daniel 1:1-6). Secara kronologis, Daniel merupakan salah satu nabi Perjanjian Lama yang terakhir. Hanya Hagai, Zakharia, dan Maleakhi yang mengikutinya dalam aliran nubuat Perjanjian Lama. Dia adalah rekan sezaman yang lebih muda dari Yeremia, mungkin umurnya juga sama dengan Yehezkiel. Dalam pelayanannya, Daniel melayani sebagai pemimpin politik dan nabi. Ia melayani sebagai Perdana Menteri di Babel, di bawah Nebukadnezar dan Darius (Daniel 2:48, 6:1-3).

Tepatnya pada tahun ke-3, yaitu pada masa pemerintahan Yoyakim, Raja Yehuda, Raja Nebukadnezar melakukan penyerangan terhadap kerajaan Yehuda. Raja Nebukadnezar mengambil seluruh perkakas yang ada di dalam Bait Allah dan membawanya ke Babel. Nebukadnezar juga memerintahkan Aspenas, kepala istananya, untuk membawa anak-anak muda Israel dari keturunan raja dan bangsawan serta orang-orang yang baik, yang memahami berbagai hikmat dan memiliki banyak pengetahuan. Mereka semua dibawa ke Babel untuk dipekerjakan di istana raja. Mereka diajari tulisan dan bahasa Kasdim serta dididik selama tiga tahun. Sesudah itu, mereka diwajibkan untuk bekerja dan mengabdi kepada Raja Nebukadnezar. Di antara semua orang yang dibawa ke Babel itu, ada empat orang Yehuda, yaitu Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya. Keempat orang itu diberi nama lain oleh pegawai istana, yaitu Daniel diberi nama Beltsazar, Hananya diberi nama Sadrakh, Misael diberi nama Mesakh, dan Azarya diberi nama Abednego. Selama di Babel, Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai tulisan dan hikmat kepada Daniel dan teman-temannya sehingga Daniel mempunyai pengertian dalam menafsirkan penglihatan dan mimpi.

Setelah dididik selama tiga tahun, orang-orang Israel yang dibawa ke Babel kemudian menghadap Raja Nebukadnezar. Di antara semua orang yang dibawa itu, tidak ada seorang pun yang memiliki kepandaian setara dengan Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya. Itulah sebabnya, Raja Nebukadnezar menetapkan keempat orang itu untuk bekerja di istananya. Daniel sendiri berada di istana Raja Nebukadnezar hingga tahun pertama pemerintahan Koresh. Selama tinggal bersama Raja Nebukadnezar, Daniel dipakai oleh Tuhan untuk menerangkan mimpi-mimpi Raja Nebukadnezar. Kala itu, Raja Nebukadnezar bermimpi tentang munculnya kerajaan-kerajaan yang kuat di muka bumi dan kerajaan kekal. Kedua, tentang peringatan kepada raja untuk segera bertobat dan menyembah Allah. Setelah itu, Raja Nebukadnezar meninggikan Allah.

Daniel tidak hanya dipakai Tuhan untuk menerangkan mimpi-mimpi Raja Nebukadnezar, tetapi ia juga pernah menerangkan tulisan di dinding atas permintaan Belsyazar (anak Nebukadnezar). Kala itu, Belsyazar berjanji akan memberi imbalan kepada Daniel jika ia mampu menerangkan mimpi itu, maka Daniel pun menafsirkan mimpi itu. Isi tulisan tersebut adalah “Mene, mene, tekel ufarsin”. Mene berarti “masa pemerintahan raja dihitung oleh Allah dan telah diakhiri”, Tekel “raja ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan”, Peres “kerajaan akan pecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia”. Setelah mengartikan tulisan itu, Raja Belsyazar memberikan hadiah itu kepada Daniel serta mengangkatnya menjadi orang ketiga yang mempunyai kekuasaan di kerajaannya. Akan tetapi, malam itu juga, terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim tersebut.

Pada masa pemerintahan Darius orang Media, Daniel diangkat menjadi pejabat tinggi. Daniel melebihi para pejabat tinggi yang lain dan para wakil raja karena Daniel memiliki roh yang luar biasa. Raja juga bermaksud menempatkan Daniel atas seluruh kerajaannya. Namun, para pejabat tinggi dan wakil raja iri hati. Mereka berusaha mencari tuduhan yang mungkin dapat ditujukan kepada Daniel, tetapi mereka tidak menemukan kesalahan Daniel. Karena itu, mereka menghadap dan menghasut raja supaya raja mengeluarkan perintah agar semua penduduk menyembah dewa yang disembah oleh raja. Kalau ada yang melanggar perintah itu, maka orang itu akan dilemparkan ke dalam gua singa. Lalu, Raja Darius pun mengikuti perkataan mereka dan membuat surat perintah dengan larangan itu.

Ketika Daniel mendengar berita itu, ia berdoa dan memuji Allah di dalam kamarnya. Para pejabat pun masuk dan mendapati Daniel sedang menyembah Allah Israel, lalu melaporkannya kepada raja. Setelah mendengar hal itu, raja sedih dan berusaha mencari cara untuk melepaskan Daniel. Namun, para pejabat itu mendesak raja supaya memasukkan Daniel ke dalam gua yang berisi singa. Akhirnya, Daniel pun dimasukkan ke dalam gua singa. Pada pagi harinya, raja melihat keadaan Daniel dan ia melihat bahwa Allah menyelamatkan Daniel. Mulut singa-singa itu dibuat tertutup oleh Tuhan karena Daniel adalah orang yang benar. Lalu, raja memasukkan orang yang menuduh Daniel ke dalam gua singa dan singa itu membunuh orang-orang itu.

Sejak itu, raja mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang isinya memerintahkan seluruh orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel. Sebab, Allahnya Daniel adalah Allah yang hidup, kekal, pemerintahan-Nya tidak akan binasa, dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia adalah Allah yang melepaskan, menolong, mengadakan tanda, dan mukjizat di langit dan di bumi. Allah yang melepaskan Daniel dari cengkeraman singa-singa. Setelah itu, Daniel juga mendapatkan kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan Koresh, orang Persia itu.

 Sebagai seorang tahanan di negeri asing, Daniel bertekad pada masa akhir remajanya untuk setia kepada Allah. Ketika diantarkan ke dalam ruang makan raja Babel yang mewah, ia menolak untuk menyembah berhala-berhala raja, meminum anggur raja, atau makan sajian lezat raja yang haram. Namun, ia melakukannya dengan sangat sopan sehingga memenangkan hati para penawannya.

Integritas kerohanian Daniel berlanjut sepanjang hidupnya. Ketika ia berusia pertengahan 80-an, ia menghadapi, barangkali, ujian terberatnya. Rekan-rekan pejabat bersekongkol menjatuhkan dia. Dengan licik, mereka memengaruhi raja untuk mengeluarkan perintah yang melarang menyembah dewa lain selain dirinya sendiri selama tiga puluh hari. Tentu Daniel tidak bisa menurut. Harga kepatuhannya tinggi.

Sang nabi tidak mendasarkan keputusannya pada akibat-akibat tindakannya. Ia melakukannya atas dasar kesetiaan kepada firman Allah. Kalau saja ia mempertimbangkan akibat-akibatnya, kematian di lubang singa, ia pastilah sudah menyerah. Memikirkan dicabik-cabik singa-singa lapar yang buas tidaklah menyenangkan. Apabila keputusan digerakkan oleh akibatnya, maka kita kemungkinan akan menyerah.

Daniel tidak bermain untuk orang banyak. Ia hidup untuk menyenangkan Bapa surgawinya. Ia bermain untuk “mata Bapa”. Ketika film akhir diperlihatkan, menjalani hidup untuk menyenangkan Allah sangat diperhitungkan. Pahlawan-pahlawan iman yang besar semua hidup untuk satu maksud. Mereka berdiri di atas khalayak ramai. Mereka memandang kehidupan dari perspektif yang berbeda. Mereka tidak hidup untuk menyenangkan mereka sendiri atau orang banyak. Maksud utama kehidupan mereka adalah menyenangkan Allah. Dalam membuat keputusan mendasar ini, Daniel menjalani kehidupan yang terarah. Formula Allah untuk damai sejahtera sejati dan keberhasilan yang bertahan lama masih sama hingga hari ini.

Advertisements

About arisabma

Christ followers

Posted on February 23, 2015, in Entertaint, Schools and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: